Selamat datang di www.amali-muadz.cf                                                                                                                          Mari saling berbagi Informasi                                                                                                                          Jika kalian masih berbaring bermalas-malasan, maka duduklah untuk berfikir sejenak, merencanakan tujuan hidup yang lebih baik.                                                                                                                           Jika engkau telah duduk, maka bangkitlah berdiri untuk mempersiapkan meraih apa yang telah engkau rencanakan.                                                                                                                           Jika engkau telah berdiri maka berlarilah, gapailah cita-cita atau tujuan yang telah engkau impikan.                                                                                                                           Tidak ada kata terlambat untuk memulai hal yang lebih baik.

Minggu, 17 Oktober 2010

Aciclovir

(Acifar, clinofir, clopres, herax, danovir, herpiclof, licovir, molavir, palovir, quavir, scanovir, temiral, viralis, vircovir, vireth, virules, zoter, zovirax, zyrolax)

Aciclovir aktif melawan virus herpes tapi tidak dapat memberantasnya. Aciclovir digunakan pada infeksi cacar air (varicella zoster) atau infeksi herpes simpleks pada kulit dan selaput lendir. Dapat dioleskan di mulut pada sariawan akibat virus herpes, dan dioleskan di mata pada infeksi mata akibat herpes simpleks, dan dikombinasikan dengan terapi sistemik pada herpes optalmika (infeksi oleh herpes zoster)

Indikasi    : Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh herpes simpleks pada kulit dan membran mukosa, termasuk herpes genital awal dan kambuhan, pencegahan infeksi herpes simpleks pada pasien immuno-compromised. Pengobatan infeksi herpes zoster.

Kontraindikasi  : Hati-hati penggunaan pada gangguan ginjal, lanjut usia.

Pasien yang hipersensitif terhadap Acyclovir.

Kehamilan : tidak diketahui bahayanya pada ibu hamil.

Menyusui : dalam jumlah yang cukup signifikan dikeluarkan melalui ASI, namun cukup aman untuk digunakan.

Dosis :

-          Per oral

  • Herpes simpleks bukan genital (kelamin)
    • Anak 1 bulan – 2 tahun : 100 mg, 5 kali sehari selama 5 hari. (dapat lebih lama jika tidak ada perbaikan, dosis dapat dinaikan pada pasien dengan imunokompromise atau gangguan penyerapan)
    • Anak diatas 2 tahun dan dewasa : 200 mg, 5 kali sehari selama 5 hari.
  • Herpes simpleks genital
    • 200 mg, 5 kali sehari atau 400 mg, 3 kali sehari selama 5 hari.
    • Pasien imunokompromise atau pengidap HIV : 400 mg, 5 kali sehari selama 7 – 10 hari pada infeksi pertama. 400mg, 3 kali sehari selama 5-10 hari pada infeksi kambuhan.
  • Herpes simpleks, pencegahan kekambuhan
    • 200 mg, 4 kali sehari atau 400 mg, dua kali sehari. Dapat diturunkan sampai 200mg, 2-3 kali sehari. Dosis dapat dinaikan sampai 400mg, 3 kali sehari jika penyakit muncul pada saat terapi. Setiap 6-12 bulan, terapi dihentikan untuk melakukan penilaian kembali.
  • Herpes simpleks, pencegahan pada pasien imunokompromise.
    • 200-400 mg, 4 kali sehari.
    • Anak < 2 tahun 100-200 mg, 4 kali sehari
  • Varicella dan herpes zoster
    • Anak 1 bulan sampai 12 tahun : 20mg/kg (max.800mg) 4 kali sehari selama 5 hari.
    • Dewasa : 800 mg, 5 kali sehari selama 7 hari.
-          Melalui infus intravena :

  • Neonatus : 10-20 mg/kg setiap 8 jam selama 14 hari (21 hari jika terdapat infeksi susunan saraf pusat)
  • Anak 1-3 bulan : 10-20 mg/kg setiap 8 jam selama 7 hari.
  • Anak 3 bulan – 12 tahun : 250mg/m2 setiap 8 jam selama 5 hari.
  • Anak 12-18 tahun : 5 mg/kg setiap 8 jam selama 5 hari.
Sediaan     :

-          Tablet 200mg,400 mg

-          Vial 25mg/ml : 10 ml, 20ml, 40ml.

Efek Samping    : mual,muntah,nyeri perut, diare, sakit kepala, lemas, ruam, gatal-gatal, sensitive terhadap cahaya. Sangat jarang: hepatitis, kuninga, sesak nafas, gangguan saraf, gagal ginjal akut, anemia, trombositopenia, leukopenia dan pada pemakaian melalui infus dapat terjadi peradangan local ringan sampai berat.

Interaksi obat :

-          Siklosporin : meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

-          Sitotoksik : mycophenolate meningkatkan kadar aciclovir dalam darah.

-          Probenesid : menurunkan ekskresi aciclovir sehingga meningkatkan kadar aciclovir dalam darah.

-          Tacrolimus : meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

0 komentar: