Selamat datang di www.amali-muadz.cf                                                                                                                          Mari saling berbagi Informasi                                                                                                                          Jika kalian masih berbaring bermalas-malasan, maka duduklah untuk berfikir sejenak, merencanakan tujuan hidup yang lebih baik.                                                                                                                           Jika engkau telah duduk, maka bangkitlah berdiri untuk mempersiapkan meraih apa yang telah engkau rencanakan.                                                                                                                           Jika engkau telah berdiri maka berlarilah, gapailah cita-cita atau tujuan yang telah engkau impikan.                                                                                                                           Tidak ada kata terlambat untuk memulai hal yang lebih baik.

Jumat, 16 Desember 2011

Pondok Pesantren As'ad

Pondok Pesantren As’ad

Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren As’ad 

Madrasah Aliyah As’ad terletak di Jalan K.H. Abdul Qodir Ibrahim nomor 45 Kelurahan Olak Kemang Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi. Dengan demikian, Pondok Pesantren As’ad dengan Pondok Pesantren Nurul Iman letaknya tidak terlalu jauh, karena masih dalam satu kecamatan.

Pondok Pesantren As’ad didirikan sebagai respon terhadap kondisi masyarakat Jambi. Pada tahun 1915 di Jambi mulai banyak didirikan madrasah-madrasah yang bergerak di bidang pendidikan Islam, namun sistem pendidikan madrasah-madrasah ini pada umumnya masih menggunakan sistem yang sederhana dan tidak memasukkan mata pelajaran umum sebagai bagian dan bidang studinya. Hal tersebut terus berlangsung hingga era awal kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini terjadi karena pada saat itu sebagian ulama ada yang mengharamkan mempelajari pelajaran umum serta melarang kaum perempuan untuk mengikuti pendidikan formal. Pendidikan kaum perempuan saat itu hanya terbatas pada mempelajari “perukunan” dan mengaji al-Quran.

K.H. Abdul Qodir Ibrahim, seorang ‘ulama terkemuka dan berfikiran maju dikala itu mengemukakan bahwa apabila dunia pendidikan Islam (madrasah) terus dibiarkan tanpa adanya pembaharuan dan perbaikan sistem pendidikan, maka dunia pendidikan Islam khususnya di Jambi akan menghadapi masa yang suram, nyatanya hal tersbut memang terbukti dimana pada sa’at ini banyak madrasah yang tidak atau kurang berfungsi lagi.

KH. Abdul Qodir Ibrahim bersama beberapa ulama yang sependapat dengannya memisahkan diri dari Pondok Pesantren Nurul Iman pada tahun 1948, dan kemudian mendirikan lembaga pendidikan Islam yang baru, yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan “Perguruan Langgar Putih” sesuai dengan nama tempatnya, yaitu di langgar putih. Langgar tersebut berlokasi di Kelurahan Ulu Gedong Kota Jambi. Langgar putih ini di samping sebagai rurnah ibadah juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan, lembaga pendidikan ini berlangsung dari tahun 1948 sampai tahun 1951. 

Pada tahun 1369 H, tepat tanggal 26 Jumadil Awwal 1369 H dan selesai pada tanggal 26 Dzulqo’idah 1370 H bertepatan tanggal 29 Agustus 1951 M, dengan disertai niat yang baik dan semangat yang kuat dalam menghadapi rintangan-rintangan baik yang datangnya dari pihak yang tidak setuju dengan kehadiran Perguruan/Pondok Pesantren As’ad (Ma’hadul As’ad) ini ataupun rintangan berupa biaya, namun berkat inayah dan hidayah Allah SWT maka pada tahun 1951 berdirilah sebuah gedung permanen berukuran 35 x 17 meter yang terletak diatas lahan seluas 1 ½ Ha dan pembangunan di Pondok Pesantren As’ad ini berkembang dengan pesat, terbukti dengan banyaknya gedung yang telah dibangun pihak Yayasan pada sa’at ini. Tapi, faktor kurang luasnya lahanlah yag menjadi permasalahan pokok pihak Yayasan untuk membangun lokal/ruang yang lebih banyak untuk mendukung proses belajar mengajar di Perguruan As’ad.

Pemberian nama “As’ad” pada pondok pesantren ini diambil dari nama salah seorang sahabat Rasulullah  SAW  yang  bernama “As’ad”, yaitu seorang sahabat yang pertama kali menyambut kedatangan Rasulullah SAW di Madinah, saat terjadi peristiwa hijrah dari kota Mekkah ke Madinah. Itulah sebabnya nama As’ad diabadikan untuk mengenang peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Islam itu. Dan latar belakang berdirinya Pondok Pesantren As’ad ini ada kemiripan dengan latar belakang hijrahnya Rasulullah SAW dan sahabatnya ke Madinah.

Adapun tujuan didirikannya Pondok Pesantren As’ad ini adalah untuk membantu pemenintah dan masyarakat dalam pengadaan sarana pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa, baik di bidang ilmu agama maupun dalam bidang ilmu pengetahuan umum. Hal tersebut sesuai dengan bunyi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Anggaran Dasar Yayasan Perguruan As’ad, yaitu setelah para siswa menamatkan pendidikan mereka di Madrasah Aliyah ini, mereka dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi agama seperti: IAIN maupun di perguruan tinggi  umum  negeri  dan  swasta.

Dalam rangka menjalin hubungan kerjasama dengan pihak luar guna memperlancar jalannya roda pendidikan di Pondok Pesantren As’ad ini terpaksa penamaan yayasan dilakukan perubahan beberapa kali yaitu, sebagai berikut:
  • Pertama, bernama  “Yayasan Asrama  As’ad” dengan akta Notaris nomor. 62/1958 tanggal 3 Mei 1958. Susunan pengurusnya diketuai oleh K.H. Abdul Qodir Ibrahim yang juga menjadi Mudir Pondok Pesantren As’ad.
  • Kedua, pada tanggal 20 April dirubah dengan nama “Yayasan Perguruan As’ad” dengan akta  Notaris nomor 16/1963,  dan setelah K.H. Abdul Qodir Ibrahim wafat pada tahun 1970, jabatan ketua dipercayakan kepada kakak kandung beliau, yaitu H.M. Yusuf Ibrahim,  sedangkan sebagai mudir ialah K.H. Nurdin Abdul  Ghani.  
  • Ketiga, pada tanggal 23 Mei 1979, susunan kepengurusan berubah dengan tetap memakai nama “Yayasan Perguruan As’ad” ketua  yayasan merangkap mudir ialah Drs. H. Hasan Qodir. Setelah beliau wafat pada tahun 1985, beliau digantikan oleh saudaranya K.H. M. Nadjmi Qodir sampai sekarang.
Pondok Pesantren As’ad menaungi beberapa tingkat pendidikan yaitu:
  1. Madrasah Wajib Belajar (MWB),  didirikan pada tahun 1960, setelah berjalan beberapa tahun kemudian ditiadakan.
  2. Taman Kanak-kanak, didirikan tahun 1962 (setelah berjalan beberapa tahun ditutup), kemudian pada tahun 1981/1982 dibuka kembali, dan pada tahun 1983/1984 ditutup kembali sampai sekarang.
  3. Sekolah Dasar Islam (SDI) As’ad, didirikan pada tahun 1966, berjalan sampai sekarang di kelurahan Olak Kemang.
  4. Madrasah Ibtidaiyah Putra, didirikan pada tahun 1968, di kelurahan Olak Kemang.
  5. Madrasah Ibtidaiyah Putri I, didirikan pada tahun 1969, di kelurahan Olak Kemang.
  6. Madrasah Ibtidaiyah Putri II, didirikan pada tahun 1972, di Kelurahan Tengah.
  7. Madrasah Tsanawiyah Putra (dalam beberapa tahun pertama memakai sistem sampai kelas 7) didirikan pada tahun 1951, berjalan sampai sekarang di kelurahan Olak Kemang.
  8. Madrasah Tsanawiyah Putri, didirikan pada tahun 1980, semula berlokasi di Kelurahan Tengah, kemudian dipindahkan ke Kelurahan Olak Kemang.
  9. Pendidikan Guru Agama  (PGA)  6  tahun, didirikan pada tahun 1959, dan sejak tahun 1980 dirubah menjadi Madrasah Aliyah Putra sampai sekarang, berlokasi di Kelurahan Olak Kemang.
  10. Madrasah Aliyah Putri, didirikan pada tahun 1985, berjalan sampai sekarang di Kelurahan Olak Kemang.
  11. Sekolah Menengah Pertama Islam (SMP I), didirikan pada tahun 1985, namun beberapa tahun kemudian SMP I ini ditutup.

Visi dan Misi Pondok Pesantren As’ad

Visi Pondok Pesantren As’ad adalah  “Berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa berdasarkan Iman dan Taqwa serta Berbudaya Islami”. 

Sedangkan misinya sebagai berikut: 
  1. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam.
  2. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
  3. Menumbuhkan semangat berprestasi dalam berkompetensi secara jujur dan intensif kepada seluruh warga madrasah.
  4. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali dirinya, baik di bidang akademik maupun non akademik, sehingga dapat dikembangkan secara lebih optimal.
  5. Menerapkan manajeman partisipatif dengan melibatkan seluruh warga madrasah
  6. Menumbuhkan rasa memilik bagi warga madrasah atas kemajuan madrasah yang telah dan akan dicapai.

Photo-photo tempo dulu...

Lihat photo
 Para pelajar dan gurunya berfoto di depan Madrasah As'ad Jambi 
9 Desember 1953


 Alumni Madrasah Tsanawiyah As'ad Jambi Tahun 1957



 Buku Raport Madrasah Tsanawiyah As'ad Jambi Tahun 1957


Ijazah Madrasah Tsanawiyah As'ad Jambi Tahun 1957




-  phi-kualatungkal.blogspot.com
     


    Lihat Daftar Isi Lengkap disini

    0 komentar: