Selamat datang di www.amali-muadz.cf                                                                                                                          Mari saling berbagi Informasi                                                                                                                          Jika kalian masih berbaring bermalas-malasan, maka duduklah untuk berfikir sejenak, merencanakan tujuan hidup yang lebih baik.                                                                                                                           Jika engkau telah duduk, maka bangkitlah berdiri untuk mempersiapkan meraih apa yang telah engkau rencanakan.                                                                                                                           Jika engkau telah berdiri maka berlarilah, gapailah cita-cita atau tujuan yang telah engkau impikan.                                                                                                                           Tidak ada kata terlambat untuk memulai hal yang lebih baik.

Kamis, 15 Desember 2011

Rumah Batu Olak Kemang


Rumah Batu Olak Kemang merupakan Rumah Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri yang  juga dikenal sebagai Pangeran Wiro Kusumo terletak di sisi utara Sungai Batanghari di Kota Jambi. Tepatnya berada di Jl. KH. Abdul Qodir Ibrahim RT. 02 kelurahan Olak kemang Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi.

Rumah yang oleh masyarakat seberang Kota Jambi dikenal sebagai Rumah Batu Olak kemang ini terdaftar oleh Kantor Pariwisata Jambi sebagai tempat wisata, namun situs wisata ini sepertinya hanya sebagai referensi untuk observasi sejarah. Karena di sana belum dirancang khusus sebagai sarana rekreasi.

Rumah Batu Olak Kemang ini merupakan peninggalan seorang penyebar agama Islam di Kota Seberang pada abad ke 18 yaitu Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri atau yang dijuluki PangeranWiro Kusumo. Ketika akan membangun rumah, Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri mendapat banyak saran dari rekannya. Termasuk dari Datuk Sintai, seorang pedagang dari negeri Cina. Lewat tangan Datuk Sintai itu lah rumah yang kini jadi cagar budaya kebanggaan Jambi itu berdiri.

Paduan Cina-Arab, terkesan kental pada bangunan tua ini, dimana terlihat adanya relief naga di dinding bercat putih, disisi kanan terdapat sebuah batu berukiran singa dan bunga. Di pilar bagian dalam, tampak relief bertuliskan huruf-huruf  Arab.

Bangunan itu menghadap ke Sungai Batanghari. Pasalnya, pada jaman dahulu kala, akses jalan terbesar berada di pinggiran Sungai Batanghari, bukan di jalan protokol Kecamatan Danau Teluk saat ini.

Saat ini, kondidi fisik bangunan berlantai dua yang memiliki delapan kamar ini, tampak parah sekali sebagian besar sudah rusak dimakan usia. Di sana-sini keropos, lantai dua malah tinggal beberapa keping papan saja, dan bagian atap yang awalnya terbuat dari genteng telah diganti dengan atap seng oleh keluarga Juru Kunci Rumah batu ini. Belum lagi lantai dan pintu jendela, semuanya sudah terbongkar. Yang masih utuh hanyalah lantai di halaman depan dan sisa gapura pagar. Seharusnya hal ini mendapat sedikit perhatian dari pemerintahan untuk merenovasi  agar rumah batu yang merupakan cagar budaya tersebut dapat terus dilestarikan.

Selain sarat nilai sejarah, rumah batu tersebut sering didatangi pengunjung, dengan berbagai keperluan seperti mengadakan penelitian, menjadikan lokasi sebagai tempat foto prawedding atau sekedar berkunjung untuk melihat-lihat.

Rumah Batu Olak Kemang ini juga sempat dijadikan bahan penelitian oleh Fiona Kerlogue, seorang mahasiswi asal Inggris.

Jurnalis dari CCTV (China), Taiwan Macroview TV (Taipeh), Metro TV (Indonesia), dan tidak ketinggalan wartawan cetak diantaranya dari Harian China News Service (bahasa mandarin), Harian Indonesia Shang Bao (bahasa mandarin), Sebelum meninggalkan Kota Jambi, menyempatkan diri bertandang ke rumah batu peninggalan Pangeran Wiro Kusumo ini.

Ini menandakan kalau Rumah Batu Olak Kemang ini sudah dikenal di masyarakat luas sampai ke luar negeri. 

Galeri Rumah Batu Olak Kemang

Photo-photo Rumah Batu Olak Kemang
Lihat Photo






Puisi "Rumah Batu di Pecinan Olak Kemang"
Lihat Puisi

Rumah Batu di Pecinan Olak Kemang
Karya : Dimas Arika Mihardja


Suraisurai kuda merah hati membawa langkah
memasuki rumah batu di Olak Kemang; kembali genang kenangan
kesultanan raja jambi berenang di aliran batanghari
nempel di dinding rumah batu
kepingkeping rindu

engkau menyambutku di depan gapura berkepala naga
guciguci tua tionghua dan sebatang pohon tua
merekahkan buah kapas putih tyang diterbangkan angin


rumah batu ini dibangun 300 tahun lalu
putih telor menebatkan batubatu bata merah
menjadi beranda rumah batu
tempat mengabdikan jejak rindu: "silakan masuk
ke beranda hatiku, " sambut suara lelaki
kesultanan jambi terdengar serupa derit daun pintu
jerit kisah masa lalu


Video Rumah Batu Olak Kemang
Lihat Video





*) Berbagai Sumber


Lihat Daftar Isi Lengkap disini

0 komentar: