Selamat datang di www.amali-muadz.cf                                                                                                                          Mari saling berbagi Informasi                                                                                                                          Jika kalian masih berbaring bermalas-malasan, maka duduklah untuk berfikir sejenak, merencanakan tujuan hidup yang lebih baik.                                                                                                                           Jika engkau telah duduk, maka bangkitlah berdiri untuk mempersiapkan meraih apa yang telah engkau rencanakan.                                                                                                                           Jika engkau telah berdiri maka berlarilah, gapailah cita-cita atau tujuan yang telah engkau impikan.                                                                                                                           Tidak ada kata terlambat untuk memulai hal yang lebih baik.

Jumat, 09 Desember 2011

Sekilas Tentang Kabupaten Tebo


Arti Logo Kabupaten Tebo 
    1. Perisai persegi lima melambangkan Rukun Islam dan Ideologi Pancasila 
    2. Pintu atau kotak-kotak pada kubah mesjid yang terdiri dari enam buah melambangkan bahwa pada saat pembentukan Kabupaten Tebo terdiri dari enam kecamatan  
    3. Padi nan duo belas kapas nan sepuluh melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran serta tanggal bulan berdirinya Kabupaten Tebo 
    4. Rantai sembilan di sebelah kanan dan sembilan di sebelah kiri melambangkan persatuan dan kesatuan serta tahun berdirinya Kabupaten Tebo 
    5. Kajang Lako melambangkan kebesaran dan merupakan alat transportasi pada masa Kesultanan Jambi 
    6. Gong melambangkan salah satu alat komunikasi dan alat kesenian masyarakat Kabupaten Tebo 
    7. Tali berpintal tigo yang mengikat gong melambangkan kesenian adat, syara' dan Pemerintah 
    8. Keris berlengkuk tujuh yang tidak memakai ulu melambangkan kepatuhan terhadap hukum serta semangat menolak yang bathil dan khufur, tujuh bilangan ganjil berarti tidak memihak 
    9. Galah dan Dayung, Galah adalah menunjukkan tekat untuk maju dan penolakan terhadap budaya asing yang negatif, Dayung adalah tanda kekompakan, kebersamaan dan bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama 
    10. Sungai melambangkan bahwa Kabupaten Tebo didominasi oleh daerah aliran sungai dan juga merupakan sarana transportasi masyarakat 
    11. Pita yang bertuliskan "SEENTAK GALAH SERENGKUH DAYUNG" melambangkan identitas sosial, jatidiri, masyarakat Kabupaten Tebo 
    12. Keluk Paku dalam Tudung layar Kajang Lako melambangkan ragam bias Kabupaten Tebo 
    13. Kubah Mesjid melambangkan bahwa mayoritas Penduduk Kabupaten Tebo beragama Islam
    Batas wilayah

    Utara Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
    Selatan Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin
    Barat Kabupaten Bungo dan Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat
    Timur Kabupaten Batanghari

    Pembagian wilayah
    1.     Tebo Tengah yang beribukota di Muara Tebo
    2.     Rimbo Bujang yang beribukota di Wiroto Agung
    3.     Rimbo Ilir yang beribukota di Karang Dadi
    4.     Rimbo Ulu yang beribukota di Suka Damai
    5.     VII Koto yang beribukota di Sungai Abang
    6.     VII Koto Ilir yang beribukota di Balai Rajo
    7.     Sumay yang beribukota di Teluk Singkawang
    8.     Serai Serumpun yang beribukota di Sekutur Jaya
    9.     Tengah Ilir yang beribukota di Mengupeh
    10.     Tebo Ulu yang beribukota di Pulau Temiang
    11.     Tebo Ilir yang beribukota di Sungai Bengkal
    12.     Muara Tabir yang beribukota di Pintas Tuo


    Sejarah Kabupaten Tebo

    Kota Muara Tebo sering menjadi ibu kota kabupaten. Bahkan sebelum menjadi ibu kota Kabupaten Tebo. Tidak percaya ? Tengok saja kilasan sejarah dan beberapa produk hukum yang mengaturnya.
    Saat pemerintahan Raden Candra Negara (1690-1696) pernah menjadi ibu kota Kerajaan Jambi, tepatnya di Desa Mangun Jayo. Zaman penjajahan Belanda, menjadi pusat pemerintahan Onder Afdeeling selama 3,5 abad. Begitu pula saat penjajahan Jepang menjadi pusat pemerintahan Gun selama 3,5 tahun.

    Bahkan, setelah kemerdekaan Indonesia, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1948 pernah menjadi ibu kota Kabupaten Jambi Ulu yang wilayahnya meliputi Sarolangun, Bangko, Muaro Bungo, dan Muaro Tebo.

    Dua tahun berikutnya, Kabupaten Jambi Ulu berubah menjadi Merangin dengan wilayah yang tetap, dan Muaro Tebo tetap menjadi ibu kota. Hanya berlangsung selama 2,5 tahun, ibu kotanya pindah ke Sungai Emas Bangko. Dan Muaro Tebo menjadi kawedanan. Saat itulah, kota yang dilewati Lintas Tengah Sumatera ini mulai pensiun menjadi ibu kota. Kemudian UU Nomor 7 Tahun 1965 mengatur Kawedanan Tebo menjadi bagian dari Kabupaten Bungo Tebo.

    Akhirnya dengan UU Nomor 54 Tahun 1999, Muara Tebo berhasil menjadi ibu kota Kabupaten Tebo, buah pemekaran dari Kabupaten Bungo Tebo. 

    Tepat pada tanggal 12 Okober 1999 diresmikan menjadi Kabupaten Tebo dengan 4 kecamatan dan 2 kecamatan pembantu yang terdiri dari 5 kelurahan dan 82 desa.

    Sebagai bumi Kajang Lako, Kabupaten Tebo memiliki moto “SEENTAK GALAH SERENGKUH DAYUNG“  dengan lambang daerah merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui musyawarah tokoh masyarakat Tua Tengganai, Lembaga Adat serta Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo, dan ditetapkan melalui Keputusan Bupati No. 16 tahun 2000 sebelum ditetapkan

    Setelah hampir 35 tahun berdiam diri, sekarang Muaro Tebo harus berbenah lagi. Kota kecil dikelilingi hutan yang dulunya sepi, mulai dilengkapi berbagai sarana prasarana. Kompleks perkantoran "Seentak Galah Serengkung Dayung" misalnya, dibangun diatas lahan 96 hektar. Kemudian rumah sakit, terminal, perumahan, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya.

    Muaro Tebo memang sedang berbenah diri. Namun, jangan dianggap Kabupaten Tebo tidak memiliki sarana prasarana yang lengkap. Ada satu kecamatan yaitu Rimbo Bujang yang lebih dulu bersiap diri mendukung pemekaran Tebo. Kecamatan yang sekarang mekar menjadi Rimbo Ulu dan Rimbo Ilir ini sebelum pemekaran sudah melengkapi diri dengan sarana prasarana. Tahun 1999 misalnya, fasilitas perdagangan (pasar) di Rimbo Bujang berjumlah 18 buah, sedang di Tebo Tengah hanya 3 buah. Jumlah penduduknya pun memang lebih banyak dibandingkan kecamatan lokasi Muara Tebo itu.

    Tanaman karetlah yang membuat Rimbo Bujang menjadi kecamatan maju. Pohon penghasil getah karet ini juga yang membawa pertanian, khususnya perkebunan sebagai basis ekonomi Kabupaten Tebo.

    Tebo banyak memiliki potesi wisata alam dan potensi wisata warisan budaya. Seperti danau sigombak di desa Jambu 30 KM dari Kota Muara Tebo. Kemudian beberapa candi peninggalan kerajaan hindu yang banyak ditemukan di beberapa daerah sepanjang aliran sungai batang hari. Tebo juga kaya akan ragam budaya lainnya. Namun budaya dan potensi wisata itu belum tergali dan malahan sebagian besar budaya masa lalu itu telah terabaikan oleh generasi sekarang. 

    (Berbagai sumber)






    Lihat Daftar Isi Lengkap disini

    0 komentar: